Resensi Buku Sastra Baru Indonesia
a) Identitas Buku
Judul Buku : Sastra Baru Indonesia Jilid I
Genre : Penelitian (terjemahan bahasa Indonesia oleh YIIS)
Penulis : A. Teeuw
Penerbit : Penerbit Nusa Indah (Percetakan Arnoldus)
Kota Terbit : Ende, Flores
Tahun Terbit : Cetakan pertama , 1980
Jumlah Halaman : 292 halaman
NI : 831809
b) Ikhtisar Buku
Buku yang ditulis oleh A. Teeuw ini merupakan edisi terjemahan dari buku Malaysia yang berjudul Sastra Baru Indonesia yang disesuaikan dengan bahasa Indonesia. Tidak ada perubahan apa pun, kecuali kurun waktu pembicaraannya. Edisi bahasa Indonesia ini hanya membahas Modern Indonesian Literature halaman 1-218, bagian akhir disajikan dalam Jilid II.
Buku ini sekilas membahas tentang latar belakang lahirnya kesusastraan modern Indonesia, yang dibagi pada kurun waktu sebelum perang dan sesudah perang. Kesusastraan Indonesia tidak lepas dari pengaruh bahasa Melayu yang ada lebih dulu dan menjadi bahasa umum yang digunakan di Indonesia selain bahasa Belanda. Lewat Balai Pustaka, bahasa Melayu kian mendominasi karena sebagian besar edisinya menggunakan bahasa Melayu. Tak lama kemudian bahasa Melayu mendapat pengakuan resmi oleh DPR yang dibentuk pada 18 Mei 1918, yang membahas persoalan bahasa.
Pada tahun 1920 yang bermula dari para pemuda yang menyampaikan perasaan dan ide mereka kedalam sebuah tulisan. Penyampaian perasaan dan ide mereka berbeda dengan apa yang diterapkan masyarakat pada masa itu, yang lebih kental dengan sastra melayu, jawa, maupun sastra yag lebih tua.
Alasan utama menganggap tahun 1920 sebagai awal mula adalah hakikat bahwa saat itulah pertamakali dituliskan kesusastraan yang bersifat Indonesia. Lahirnya kesusastraan Indonesia juga dipicu oleh organisasi Budi Utomo pada tahun 1908. Organisasi itu terus menerus menekankan fungsinya di bidang kebudayaan. Akhirnya pada tahun 1922 kesusastraan Indonesia mulai berkembang pesat melalui karya-karya berupa kumpulan sajak dan roman, adapun karya puisi atau lebih dikenal dengan nama soneta yang sebelumnya populer dalam dunia puisi Belanda.
c) Kelebihan
Buku ini benar-benar mengupas tuntas tentang latar belakang, sejarah, proses, dan hasil karya kesusastraan Indonesia. Dengan dibagi menjadi dua kurun waktu, menjadikan pembaca untuk lebih mudah dalam pengklasifikasian sumber informasi sastra Indonesia. Setiap bagian dijelaskan secara rinci. Terdapat juga ulasan berbagai sastrawan Indonesia dengan disertai gambar potret mereka, yang menjadi daya tarik tersembunyi bagi pembaca.
d) Kekurangan
Terdapat kekurangan pada buku ini, khususnya pada bagian cover, yang hanya cover pengganti. Beberapa kertas sobek. Banyak coretan pulpen dan pensil dari peminjam terdahulu. Pada segi ejaan bahasa terdapat banyak kata yang belum sesuai dengan EYD, mengingat terjadi perubahan ejaan bahasa Indonesia.

Komentar
Posting Komentar